
Di Mission College, ada tiga buah danau buatan yang dipakai sebagai tempat cadangan air untuk seluruh kampus. Di waktu yang sama, untuk menambah pemasukan kampus, 2 dari danau buatan ini juga dipakai sebagai kolam pembudidayaan ikan. Ada berbagai jenis ikan yang di tangkarkan di kolam kolam ini tapi yang paling populer adalah Mujair, Tilapia, dan Bawal.
Yang menariknya adalah, anak anak Indo adalah salah satu dari yang paling rajin "panen" ikan ikan ini.
Itu semua bermula setelah Arfandy dengan pemikiran komersilnya yang luar biasa, iseng membeli kail dan tali pancing di Muak Lek (kota terdekat dari Kampus). Setelah itu dia mulai mengajak teman temannya yang lain untuk coba memancing di kolam kampus. Tak disangka, hasilnya sangat memuaskan. Tiga ekor mujair seberat kurang lebih 1.5 Kg per ikan berhasil didapatkan.
Penemuan hasil ikan yang sangat memuaskan ini, membuat kami semua ketagihan untuk memancing dan terus memancing ikan.
Perlu diketahui, pihak kampus sebenarnya melarang kami - kami untuk memancing di kolam ini. Hanya setahun sekali semua orang diizinkan untuk memancing di danau ini. Tapi kami merubahnya menjadi sebulan sekali untuk "menyempatkan" diri untuk memancing.
Waktu memancing pun bisa kapan saja, mulai dari tengah malam hingga siang bolong di atas terik matahari kami akan berusaha memancing. Biarpun hujan deras, atau nyamuk dan kodok yang menemani kami keasyikan memancing selalu membawa kebahagiaan sendiri.
Jangan lupakan juga sekuriti kampus yang berpartroli, seringkali kami harus menyembunyikan ikan hasil tangkapan di bawah buku sekolah, atau dimasukkan dalam tas agar supaya tidak ketahuan sekuriti yang berpatroli.
Sempat satu kali, perahu kampus pun tenggelam gara gara kami memancing...
Kenangan memancing merupakan salah satu kenangan yang paling indah di Mission College. Tentu saja ditambah dengan acara masak memasak di kamar Kim dan Kevin yang selalu membawa kesenangan tersendiri. Mulai dari Listrik padam, ampe kamar yang baunya udah kaya pasar ikan.
Memasak Ikannya pun cuma satu cara, Ikan Garo Rica atau Ikan diungkep dengan Sambal. Tetapi kebersamaan memakan dan memasaknya yang membuat kami menjadi tidak terlalu memusingkan biarpun menu ikannya itu itu saja.
Hahaha, kenangan seperti inilah yang membuat saya masih "hidup" sampai sekarang menghadapi tantangan pekerjaan dan budaya baru di negara ini. Saya diingatkan kembali, bahwa hidup saya tidaklah hanya terbatas di sini. Ada ratusan pengalaman indah yang saya rasakan di tempat lain, dan itu membuat pikiran saya terbuka kembali untuk menjalani hidup ini apa adanya.
No comments:
Post a Comment